Bandung, 19 Maret 2021− Badan Wakaf Indonesia (BWI) dan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) berhasil menyelenggarakan acara launching Pusat Antar Universitas (PAU) dan webinar wakaf pada kamis, 18 Maret 2021. Acara ini digelar secara hybrid  dengan pusat kegiatan berada di Auditorium FPEB, UPI. Acara ini turut dihadiri oleh Prof. Muhammad Nuh−ketua BWI−sebagai keynote speaker, Prof. Dr. Bunyamin Maftuh−Wakil Rektor UPI−mewakili Rektor UPI untuk memberikan sambutan, Dr Irfan Syauqi Beik−anggota BWI−, Dr  Aas Nurasyiah−Universitas Pendidikan Indonesia−, Dr. Dadang Muljawan−BI, UIII− dan Dr Hidayatul Ihsan−Politeknik Negeri Padang−sebagai narasumber webinar wakaf serta Dr Hendri Tanjung (Universitas Ibnu  Khaldun) sebagai moderator.

Acara Launching Pusat Antar Universitas (PAU) dan Webinar Wakaf ini diawali dengan sambutan Rektor UPI yang  diwakili Prof Bunyamin Maftuh. Dalam sambutannya, Prof Bunyamin mengatakan bahwa perguruan tinggi memiliki potensi yang sangat besar untuk menggerakan perwakafan. Perguruan tinggi memiliki banyak intelektual yang dapat mendorong kemajuan wakaf. Selain itu, beliau juga menyampaikan terima kasih kepada BWI, karena telah menjadikan UPI sebagai tempat peluncuran Pusat Antar Universitas (PAU) dan Webinar Wakaf. “Hal ini tentu menjadi kehormatan bagi UPI dan dengan demikian kami berharap UPI mendapat keberkahan yang berlimpah.” pungkasnya

Kemudian, acara dilanjutkan dengan peresmian secara simbolis Pusat Antar Universitas (PAU) wakaf yang dipimpin langsung Prof. Muhammad Nuh. Serta penandatangan MoU antara BWI dan UPI.

Setelah itu, Prof. Muhammad  Nuh membawakan keynote speech. Beliau mengatakan bahwa tema besar perwakafan adalah meningkatkan kesejahteraan, meningkatkan kualitas dakwah, dan menjaga kemartabatan. Pusat Antar Universitas (PAU) wakaf berperan dalam melakukan redesain ekosistem perwakafan nasional untuk mendapatkan maximum impact bagi mauquf alaih. “Wakaf untuk makam ada manfaatnya, wakaf masjid ada manfaatnya, dipake madrasah ada manfaatnya juga, tetapi kami ingin memaksimalkan impact-nya, kita maksimalkan betul. Oleh karena itu, perlu PAU ini nanti, tugas pertamanya adalah melakukan redesain, ditata ulang lagi.”ungkap Prof. Muhammad Nuh.

 

Selain dari itu, PAU juga berperan dalam kontribusi keilmuan wakaf; meningkatkan literasi dan kesadaran wakaf; serta transformasi digital.

Lalu, acara pun dilanjutkan dengan webinar wakaf. Narusumber pertama adalah oleh Dr  Aas Nurasyiah dengan judul materi “Strategi Optimalisasi Wakaf  sebagai Sumber Pembiayaan Perguruan Tinggi di Indonesia.” Kemudian, dilanjutkan oleh Dr Irfan Syauqi Beik dengan judul materi “Penguatan Peran Perguruan Tinggi dalam Pembangunan Wakaf Nasional”, Dadang Muljawan, Ph.D dengan judul materi  “The role of University in the New Phase of Awqaf: Knowledge Led Development”, serta Dr Hidayatul Ihsan dengan judul materi “Menguatkan Peran Perguruan Tinggi dalam Perwakafan di indonesia.”

“Kesimpulannya PAU sebagai konsolidasi kampus-kampus seluruh Indonesia dalam penguatan ekosistem perwakafan nasional” pungkas Dr Hendri Tanjung dalam penutup dari webinar wakaf tersebut.

 

Kontributor: Kiki Hardiansyah