Workshop Penyusunan Pedoman Kurikulum Prodi EKIS Bersama Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNKES)

Alhamdulillah, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) termasuk ke dalam sepuluh leading university for Islamic finance pada tahun 2019 yang lalu. Penilaian tersebut diberikan oleh Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), sebuah lembaga yang bertujuan mengembangkan potensi sekaligus menjawab tantangan keuangan dan ekonomi Syariah di Indonesia yang bervisikan ingin menjadi pusat ekonomi dan keuangan Islam dunia.

KNEKS (sebelumnya bernama KNKS) dipimpin langsung secara ex officio oleh Presiden RI sebagai Ketua, dan Wakil Presiden RI sebagai Ketua Harian, serta Menteri Keuangan RI sebagai Sekretaris, dibentuk sebagai wujud komitmen dan keseriusan pemerintah untuk mengembangkan ekonomi dan keuangan Syariah di Indonesia.

Anugerah leading university for Islamic finance diberikan kepada UPI, karena keberhasilan Program Studi Ilmu Ekonomi dan Keuangan Islam (Prodi IEKI) FPEB UPI yang telah menunjukkan komitmen, kepeloporan dan keunggulannya dalam membangun dan mengembangkan ilmu ekonomi dan keuangan Islam pada level Pendidikan tinggi di Indonesia. Pada saat ini prodi yang dipimpin oleh Dr. A. Jajang W. Mahri, M.Si. ini memiliki mahasiswa 420 orang, dengan jumlah peminat rata-rata sebanyak 2000 orang setiap tahunnya, dan terkenal karena prestasi mahasiswanya yang membanggakan baik di level nasional maupun internasional, serta komitmen dan dedikasi para  dosennya yang membanggakan dalam membangun prodi dan jejaring kerjasama nasional maupun global.

Pada saat ini jumlah program studi rumpun ekonomi Islam/Syariah di Indonesia sudah mencapai 800 prodi lebih. Pembinaannya ada di bawah dua kementerian, yaitu di Kemendikbud dan Kemenag dengan nomenklatur berbeda-beda, serta kurikulum, standar dan proses pembelajaran yang juga beragam.

Karena dianggap sebagai leading university for Islamic finance tersebut, UPI bersama sembilan PT lainnya oleh KNEKS telah diminta untuk menyusun pedoman kurikulum prodi ekonomi Islam/Syariah dan menyusun sepuluh Rencana Pembelajaran Semester (RPS) untuk 10 (sepuluh) mata kuliah inti yang wajib ada di setiap prodi ekonomi Islam/Syariah di Indonesia.

Yang kemudian, pedoman kurikulum dan RPS tersebut akan menjadi acuan atau standar minimal dalam menyusun dan mengembangkan kurikulum prodi ekonomi Islam/Syariah di Indonesia. Dengan demikian diharapkan akan mengurangi disparitas mutu proses dan hasil pembelajaran pada semua program studi sejenis di Indonesia.

10 (sepuluh) RPS tersebut yaitu Ushul Fiqh dan Qawaid Fiqhiyyah, Fiqh Muamalah, Pengantar Ekonomi Islam, Mikroekonomi Islam, Makroekonomi Islam, Ayat dan Hadist Ekonomi, Akuntansi Syariah, Ekonomi Pembangunan Islam, Sejarah Pemikiran Ekonomi Islam, Ekonomi Moneter Islam. Tim Penyusun dari UPI yaitu Dr. A. Jajang W. Mahri, M.Si. dengan Dr. Aas Nurasyiah. M.Si.

Workshop Penyusunan RPS Mata Kuliah Inti Prodi Ekonomi Islam (EKIS)

Adapun 10 (sepuluh) leading university for Islamic finance tersebut yaitu Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Indonesia, IPB University, Universitas Airlangga, Universitas Padjadjaran, Universitas Islam Indonesia,  UIN Syarif Hidayatullah, UIN Ar-Raniry, UIN Sunan Kalijaga, dan STEI Tazkia.

Semoga Universitas Pendidikan Indonesia beserta Universitas lainnya mampu bersinergi melahirkan ekonom-ekonom Rabbani yang kelak akan menjadi para problem solver untuk mampu menjawab tantangan-tantangan di masa kini dan nanti. aaamiin