Field trip merupakan agenda rutin dari Program Studi Ilmu Ekonomi dan Keuangan Islam yang dilakukan pada semester 7. Field trip ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa secara praktis dilapangan. Field trip tahun ini diikuti oleh 84 orang mahasiwa angkatan 2016 dan didampingi oleh 2 orang dosen.

Pada tahun ini, field trip dilaksanakan selama  6 hari dari tanggal 7 Oktober hingga 12 Oktober 2019 dengan destinasi wisata di antaranya:

  1. Dapur Tutug, Subang

Pada tanggal 7 Oktober, kegiatan field trip diawali dengan kunjungan ke Dapur Tutug Subang untuk berbagi ilmu bisnis atau yang biasa disebut dengan sharing business. Dalam kegiatan kali ini pemateri yang dihadirkan yaitu Bapak Willy Wendarsyhah selaku owner dari Dapur Tutug, Subang. Menurutnya, bisnis bukan hanya sekedar mencari keuntungan di dunia semata, namun bisnis juga harus disertai dengan mencari ridho Allah.

  1. Universitas Darussalam Gontor (UNIDA), Ponorogo

Pada tanggal 8 Oktober  2019 kegiatan field trip dilanjutkan dengan melakukan kunjungan ke Universtias Darussalam Gontor (UNIDA), Ponorogo. Kegiatan yang dilakukan adalah mengikuti seminar dengan Tema Pengelolaan dan Pendayagunaan Dana Wakaf.  Pemateri yang dihadirkan merupakan ketua Program Studi  Ekonomi Islam Universitas Darussalam Gontor , yaitu Ustadz Mufti Afif, Lc., MA. Dalam seminar tersebut disampaikan bahwa Gontor sebagai lembaga pendidikan yang dibangun dari dana wakaf mempunyai banyak sektor bisnis yang sangat produktif. salah satu wakaf yang sangat menarik untuk dibahas adalah mengenai wakaf diri, di mana para pendidik dan tenaga kerja di Universitas Darussalam Gontor mengabdikan dirinya  kepada universitas secara sukarela.

  1. Wisata Halal Taman Nasional Baluran

Kunjungan selanjutnya adalah kunjungan wisata halal ke Taman Nasional Baluran. Taman Nasional Baluran merupakan salah satu taman di Indonesia yang terletak di Banyuwangi, Jawa Timur. Taman Nasional Baluran ini terdiri dari tipe vegetasi sabana, hutan mangrove, hutan musim, hutan pantai, hutan pegunungan bawah, hutan rawa dan hutan yang selalu hijau sepanjang tahun. Taman Nasional Baluran ini terkenal sebagai Afrikanya Indonesia.

  1. Ketapang Indah Hotel, Sego Tempong

Kegiatan selanjutnya adalah bermalam di Ketapang Indah Hotel, Sego Tempong. Hotel tersebut sangat dekat dengan pantai Ketapang yang merupakan tempat penyebrangan antara Banyuwangi dengan Pulau Bali. Tidak hanya itu, Ketapang Indah menjadi tempat pertama kali terlihatnya sunrise di pulau Jawa. Rangkaian kegiatan yang dilakukan salah satunya yaitu melakukan pelepasan tukik yang dilakukan pada sore hari. Pelepasan tukik ini hanya dilakukan pada bulan-bulan tertentu. Uniknya, tukik yang dilepaskan akan kembali 20 tahun kemudian ke daerah pertama kali ia dilepaskan. Wow.

 

bersambung….

 

 

Kontributor : Gina Destrianti Karmanto

Editor : Rida Rosida